Boccia, Olahraga Unik Para Penyandang Cerebral Palsy

Sejak tanggal 6 Oktober 2018 yang lalu Indonesia telah menyelenggarakan pesta olahraga difabel Asia atau Asian Para Games. Event akbar tingkat Asia ini tidak dapat dipungkiri menyuguhkan banyak hal baru bagi masyarakat, mulai dari cabang olahraga yang dimodifikasi hingga cabang olahraga yang sama sekali baru.
Di antara cabang-cabang olahraga yang selama ini sangat jarang dan nyaris belum pernah kita dengar adalah olahraga boccia. Bagi masyarakat Indonesia nama olahraga ini mungkin masih asing, padahal , olahraga khusus para penyandang cerebral palsy ini sudah diperkenalkan di ajang olahraga multi event Paralimpiade 1984. Hal ini dapat dipahami mengingat boccia baru diperkenalkan di negeri kita pada Peparpenas (Pekan Paralimpian Pelajar Nasional) pada 7-14 November 2017 di Solo.
Pertandingan tersebut diikuti oleh tujuh provinsi yang lolos kualifikasi, di mana terdapat 15 provinsi yang berpartisipasi mendaftarkan diri saat itu.
Boccia sendiri merupakan permainan melempar bola dengan tujuan mencapai atau mendekati satu target atau titik, dengan bola yang berdiameter 100 milimeter dan berat 275 gram. Permainan ini dirancang untuk para atlet penyandang Cerebral palsy, dimana Celebral palsy merupakan disabilitas saraf motorik yang diakibatkan oleh gangguan pada otak.
Ada tiga warna bola dalam Boccia, yakni putih, merah, dan biru. Bola putih disebut dengan bola Jack yakni sasaran lempar bola merah dan enam bola biru yang dipegang tim.
Tim yang mendapatkan poin adalah tim yang hasil lemparan bolanya paling mendekati bola Jack.
Semakin dekat jarak bola dengan sasaran, semakin besar kesempatan untuk memenangkan pertandingan.
Jarak bola dihitung menggunakan alat ukur yang berbentuk seperti jangka.
Pelemparan bola dilakukan bergantian. Durasi pertandingannya juga berbeda di setiap nomor. Durasi empat menit untuk individu, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk beregu.
Terdapat tiga nomor pertandingan di boccia, yakni nomor individu, pasangan, dan beregu yang pemainnya terdiri dari tiga orang BC 1 (1 orang) dan BC2 (dua orang).
Untuk nomor individu, ada empat kategori pertandingan, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4.
Sebelum memulai permainan akan dilakukan pengukuran bola. Dari diameter, berat, dan laju bola. Andai ditemukan berat bola tak lebih dari 287 gram dan tak
kurang dari 263 gram, maka masih bisa digunakan.
Ukuran lapangan boccia 12,5 meter x 6 meter. Area wheel chair untuk melempar bola 2,5 meter x 1 meter, dan 10 meter sisanya untuk area pertandingan. Ada enam kotak, semua terisi penuh saat menggelar pertandingan beregu.
Masing-masing pemain melempar dua bola. Sementara untuk permainan berpasangan, tiap orang melempar tiga bola, dan untuk tunggal melempar enam bola. Durasi pertandingannya berbeda-beda. Empat menit untuk tunggal, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk tim beregu.
Bagaimana cara bermainnya? Ada tiga warna dalam boccia: putih, merah, dan biru. Putih merupakan bola jack, bola pertama yang dilempar olah salah satu tim.
Bola ini yang akan menjadi sasaran lempar enam bola merah dan enam biru yang dipegang para tim.
Bola yang terdekat dengan jack yang dihitung poin. Ada dua wasit yang memimpin pertandingan. Satu wasit utama, yang dibantu satu line person. Mereka yang
mengukur jarak bola terdekat dengan jack menggunakan alat ukur yang berbentuk mirip jangka.
Pelemparan bola dilakukan bergantian. Namun jika tim lawan belum bisa melampaui lemparan yang paling dekat dengan jack, maka timnya akan melempar terus, bahkan sampai bola habis.
Kalau gagal melakukan lemparan yang lebih baik dibanding lawan, berarti memberi peluang tim pesaing mendapat poin lebih banyak.
Pelanggaran di dalam permainan ini terjadi apabila pemain menginjak garis area wheel chair. Hukumannya, tim lawan mendapat tambahan waktu satu menit.
Dalam Asian Para Games 2018 yang berlangsung pada bulan Oktober ini boccia termasuk cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Indonesia sebagai tuan rumah pun tidak ketinggalan mengirimkan wakilnya untuk olahraga boccia. Indonesia mengirimkan delapan atlet untuk bertanding dalam 5 nomor di kelas BC1, BC2, dan BC4.
Atlet maupun official tidak menargetkan medali mengingat pesaing, seperti China, Korea Selatan, dan negara asia lainnya telah mengenal dan mendalami olahraga
ini jauh lebih dulu daripada Indonesia.
Demikianlah sekelumit penelusuran saya tentang olahraga boccia. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat untuk pembaca semua. Sampai jumpa di tulisan-tulisan mendatang. Mari tingkatkan kreativitas dan semangat kita untuk terus mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Referensi :
 Berkenalan dengan Olahraga Boccia – Kompas.com
 , kompas.com/read/2018/09/12/15000088/berkenalan-dengan-olahraga-boccia
 Mengenal Boccia olahraga kaum cerebral palsy – ANTARA News
 , antaranews.com/berita/669157/mengenal-boccia-olahraga-kaum-cerebral-palsy
 Mengenal Boccia, Olahraga untuk Penyandang Disabilitas Celebral Palsy, sport.detik.com/sport-lain/3958738/mengenal-boccia-olahraga-untuk-penyandang-disabilitas-celebral-palsy
image/f

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s