Berpetualang di Curug Sadim

Subang adalah salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki banyak objek wisata, terutama wisata alam. Salah satunya adalah objek wisata air terjun yang bernama Curug Sadim. Curug atau air terjun yang menjadi tempat tujuan saya kali ini terletak di Kecamatan Sagalaherang, salah satu kecamatan di Kabupaten Subang yang berbatasan dengan Bandung.
Kali ini saya tidak hanya berdua dengan Mama, tetapi berlima bersama saudara saya, Mbak Rara dan suami serta putranya yang masih berusia 2,5 tahun. Kami berangkat dari Kota Subang sekitar pukul sepuluh pagi. Meskipun matahari telah tinggi, namun kabut sempat melingkupi perjalanan kami. Tidak aneh, karena mulai dari kawasan Jalancagak hingga memasuki area curug udara memang sangat sejuk karena memasuki wilayah pegunungan.
Hamparan kebun teh mengawal perjalanan kami hingga menjelang kawasan air terjun. Bergantian Mama dan saudara-saudara saya menjelaskan kondisi di sekitar kami. Tidak jauh dari area air terjun tersebut terdapat tempat perkemahan, namun kami tidak menuju ke sana. Kendati demikian Mbak Rara membawa tenda dan perlengkapan berkemah, sehinggga membuat saya heran.
“Lho, mau camping ya Mbak?” tanya saya ketika itu.
“Nggak kok,” kata Mbak Rara. “Itu buat bakar sate.”
Penjelasan itu masih belum jelas bagi saya, namun pertanyaan yang sudah di ujung lidah tidak pernah terucapkan karena mobil berhenti. Kami telah sampai. Sejak memasuki area air terjun, suara aliran air yang relatif deras telah memenuhi pendengaran saya. Suara air mengalir ditambah udara yang sejuk terasa menyenangkan bagi saya yang akrab dengan panasnya udara Kota Subang.
Sambil menikmati perasaan santai yang ditimbulkan oleh suasana tersebut kami menapaki jalanan yang menghubungkan area parkir dengan area curug. Permukaan jalan yang berbatu cukup menyulitkan saya yang tidak terbiasa dengan kondisi tersebut, hingga Mbak Rara dan suaminya harus bergantian membantu saya dan Mama untuk melewati bagian-bagian tertentu dari jalan itu. Memang, bagi saya mengendalikan gerakan kaki bersamaan dengan menjaga keseimbangan bukanlah hal yang mudah.
Untunglah jalan tersebut hanya pendek saja. Kami segera mendirikan tenda dan beristirahat sejenak sambil makan siang dengan bekal yang dibawa dari rumah. Suasana yang sejuk dan alunan gemericik air membuat hidangan yang sederhana tersebut terasa nikmat.
Selesai mengisi perutkami melanjutkan berjalan-jalan sambil sesekali berfoto ria. Menurut Mbak Rara, pemandangan saat itu sangat indah. Area dimana kami berada saat itu terlihat bagaikan di tengah hutan. Jalanan berbatu dan tidak rata yang kami lalui diapit oleh pepohonan berdaun rimbun yang tumbuh berderet dengan diselingi semak-semak dan aneka tumbuhan berukuran kecil.
Di antaranya ada pula tumbuhan arbei dengan buahnya yang manis-manis asam. Ketika itu, kebetulan tumbuhan itu sedang berbuah. Mbak Rara memetik buah-buah tersebut dan membagikannya, sehingga masing-masing dari kami mendapat sebutir buah. Kemudian ada pula pohon bunga terompet dengan bunganya yang berwarna jingga kekuningan. Banyak pula tumbuhan paku yang tersebar di sana-sini. Tidak hanya itu, deretan perbukitan pun melatarbelakangi tempat tersebut, sedangkan air yang tercurah dari ketinggian memanjang menjadi sungai yang mengalir hingga entah ke mana. Semua itu terkumpul di satu tempat, sehingga di Curug Sadim kita dapat menemukan banyak spot foto yang menarik.
Huffy, keponakan saya yang masih balita tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bermain air. Selain Huffy, ada pula beberapa anak lain yang berendam di curug tersebut. Curug Sadim relatif aman bagi anak-anak karena airnya tidak dalam, hanya mencapai betis orang dewasa. Mbak Rara dan Mama bahkan sempat bertegur sapa dengan salah satu keluarga yang sedang bermain air tersebut, yang ternyata bukan warga Subang, melainkan wisatawan dari Bekasi.
Sayangnya, cuaca tidak selamanya cerah. Hujan turun dengan didahului oleh gelegar guntur. Kami langsung mencari tempat untuk berteduh. Beruntung, tidak jauh dari air terjun kami menemukan sebuah area yang cukup terlindung berupa sebuah gubuk yang disediakan bagi pengunjung untuk melepas lelah. Suami Mbak Rara yang akrab disapa dengan nama A Fauzi pun segera memindahkan tenda dan segala perlengkapannya ke gubuk tersebut.
Di bawah naungan atap gubuk yang melindungi kami dari terpaan hujan, pertanyaan saya pun terjawab. Ternyata Mbak Rara berencana untuk mendirikan tenda dan membakar sosis di dekatnya. Bersama Mama Mbak Rara pun beraksi. Setelah lebih dulu menata peralatan, Mama dan Mbak Rara pun membagi tugas. kakak saya tersebut yang membuat bumbu dengan bahan-bahan yang dibawa dari rumah, sedangkan Mama membakar sosis yang ditusuk berbentuk sate.
Suasana pun menjadi riuh. Udara dingin yang mengiringi derasnya hujan pun menjadi hangat oleh api dari panggangan. Sambil sibuk memanggang kami berlima asyik mengobrol sekaligus bermain dengan Huffy. Salah satu hal yang kami perbincangkan adalah film Pengabdi Setan yang sempat diputar di salah satu stasiun TV swasta pada malam tahun baru. Jika ingat hal itu rasanya saya ingin tertawa. Bayangkan kami membakar sosis di tengah hujan sambil membicarakan film horor. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan.
Kami lalu asyik menyantap sosis hasil karya Mama dan Mbak Rara sambil menunggu hujan reda. Ternyata hujan tidak segera reda sehingga kami terpaksa menunggu hingga sore hari. Dan ketika hujan reda pada sore hari pun kami berangkat dengan membawa energi baru untuk kembali kepada rutinitas sehari-hari.
Petualangan hari itu sangat menyenangkan bagi saya. Kebersamaan dan kekompakan dalam keluarga adalah hal terpenting yang saya nikmati dalam perjalanan tersebut. Bukan pemandangannya, karena saya yang tunanetra tidak dapat mengetahui pemandangan selain dari cerita yang disampaikan kepada saya. Meskipun begitu, aktivitas dan suasana yang berbeda dengan yang saya alami sehari-hari mampu menjadi selingan yang menyegarkan.
Sekian jalan-jalan saya di Curug Sadim kali ini, semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat untuk teman-teman semua. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya. Salam Chrysanova’s Blog 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s