Chrysanthemum, Bunga Cantik dari Timur

Bunga krisan atau yang di Indonesia kerap disebut seruni ini adalah bunga hias yang sangat digemari, bahkan menduduki peringkat kedua setelah mawar. Namun ternyata peranan bunga cantik yang berasal dari genus Chrysanthemum Ini tidak sekedar sebagai hiasan semata. Mari ikuti penelusuran Chrysanova’s Blog seputar bunga krisan.
Bunga krisan, seruni, atau krisantemum adalah sejenis tumbuhan berbunga yang sering ditanam sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik. Tumbuhan berbunga ini mulai muncul pada zaman Kapur, 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu.
Bunga krisan diintroduksi dari daratan Cina ke Jepang pada zaman Nara (710 – 794). Di daratan Cina, krisan sudah dibudidayakan sejak 3.000 tahun yang lalu.
Bunga krisan adalah bagian dari Tumbuhan suku kenikir-kenikiran atau Asteraceae yang mencakup bermacam-macam jenis Chrysanthemum.
Bunga nasional Jepang ini dalam bahasa Jepang disebut sebagai キク (kiku). Karena aromanya yang wangi , bunga ini sering ditambahkan ke dalam teh agar lebih wangi dan nikmat. Namun, kelebihan teh bunga krisan tidak hanya terletak pada citarasa dan aromanya saja. Teh herbal ini pun memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti :
1. Memelihara kesehatan jantung
2. Menjaga fungsi mata dan telinga
3. Melawan infeksi bakteri
4. Melancarkan peredaran darah
5. Menurunkan kolesterol
6. Meningkatkan fungsi otak
7. Meredakan stres
8. Memperindah bentuk tubuh
9. Meredakan masalah pernapasan
10. Mengobati perut kembung
11. Meringankan sakit kepala
12. Menetralisir racun.
Tidak hanya untuk kesehatan tubuh, krisan pun bermanfaat sebagai tanaman pengusir nyamuk. Salah satunya sebagai fungisida dan insektisida nabati. Bonggol bunganya mempunyai senyawa piretrin, senyawa yang menghasilkan racun dan bersifat mengusir serta membunuh nyamuk dan serangga lainnya.
Di luar semua manfaat di atas, di Jepang yang dikenal pula sebagai negeri matahari terbit bunga ini sangat penting. Bunga krisan telah lama digunakan sebagai simbol persahabatan. Bahkan, bunga krisan yang memiliki 16 helai daun mahkota digunakan sebagai lambang keluarga kekaisaran Jepang. Bunga ini juga dijadikan lambang kehormatan yang seringkali dicetak dalam bentuk medali untuk diberikan pada para pahlawan, orang-orang penting, juga utusan dari berbagai negara sebagai tanda persahabatan oleh kekaisaran Jepang sejak tahun 1876.
Begitu pula di negeri Asia Timur lainnya. Sejak zaman kuno di Cina, ume, anggrek, bambu, dan krisan disebut empat tanaman raja.
Ume adalah lambang kebangsawanan; anggrek lambang kesucian, bambu lambang kesetiaan, dan krisan adalah lambang kelembutan.
Kiku, sebutan bunga krisan dalam bahasa Jepang memiliki arti kecantikan dan kemurnian, sehingga dianggap mewakili perasaan tulus sahabat. Selain itu, bunga ini dilambangkan sebagai matahari di negeri sakura tersebut. Di Chicago, bunga ini populer sebagai lambang keceriaan, Namun, di negara Austria dan Belgia, bunga ini memiliki makna yang sangat berbeda, yaitu sebagai simbol kematian dan digunakan dalam prosesi pemakaman.
Warna bunga krisan juga mengandung makna yang berbeda-beda, yaitu :
• Krisan merah, dapat mengungkapkan perasaan cinta terhadap lawan jenis.
• Krisan kuning, bermakna kegembiraan, keceriaan dan optimisme.
• Krisan perak, mengungkapkan perasaan sayang terhadap sahabat.
• Krisan ungu, bermakna semangat yang kuat untuk hidup sehat.
• Krisan Putih, bermakna kejujuran dan kesetiaan.
Sedangkan dalam sastra klasik, bunga krisan tidak disebut-sebut dalam antologi puisi tertua Jepang, Manyōshū, tetapi terdapat di dalam Kokin Wakashu Dan Hikayat Genji.
Sejak awal zaman Heian (794 – 1185), bulan 9 (September) di kalender Jepang disebut bulan krisan (kikuzuki), tanggal 9 bulan 9 disebut chōyo no sekku atau kiku no sekku.
Bulan 9 kalender lama adalah musim mekarnya bunga krisan. Pada awal zaman Heian, krisan adalah bunga langka yang didatangkan dari daratan Cina.
Di istana, kalangan bangsawan mengadakan acara apresiasi bunga krisan. Mereka meminum Sake rendaman bunga krisan sambil membaca puisi, sekaligus mendoakan agar panjang umur.
Krisan adalah bunga mahal lambang bangsawan terhormat sehingga minum sake bunga krisan dipercaya membuat peminumnya panjang umur dan dijauhi kedengkian.
Motif bunga krisan disukai orang Jepang karena dianggap sebagai motif pembawa keberuntungan,
dan dipakai sebagai ornamen kimono zaman Heian.
Pada zaman Kamakura (sekitar 1185- sekitar
1333), Kaisar Go-Toba dikenal sangat menyukai bunga krisan dan menggunakan gambar bunga krisan sebagai stempel kekaisaran.
Tradisi menggunakan gambar bunga krisan sebagai stempel diteruskan oleh Kaisar Go-Fukakusa, Kaisar Kameyama, Dan Kaisar Go-Uda. Lambang bunga krisan lalu melekat sebagai lambang istana kekaisaran, khususnya tampak depan bunga krisan bersusun 16 daun mahkota.
Pada zaman Edo (1603 -1867), Keshogunan Tokugawa dengan lambangnya yang disebut mitsuba aoi sangat berpengaruh dan ditakuti rakyat. Lambang mitsuba aoi hanya boleh dipakai oleh Keshogunan Tokugawa.
Namun, tidak selamanya bunga krisan hanya digunakan di kalangan kekaisaran.
Pada perkembangan selanjutnya, penggunaan lambang bunga krisan meluas ke kalangan rakyat biasa. Motif bunga krisan lalu banyak dipakai sebagai lambang keluarga aktor kabuki, merek dagang toko, Motif wagashi (kue-kue dan permen tradisional Jepang)dan ornamen perlengkapan sembahyang.
Lambang bunga krisan kembali dihormati rakyat Jepang pada zaman Meiji eiji)
(25 Januari 1868 -30 Juli 1912). setelah kekuasaan pemerintahan berada kembali di tangan kaisar. Kekuasaan Kaisar Meiji menjadi absolut, dan lambang bunga krisan sebagai simbol istana kekaisaran kembali menjadi lambang yang sangat dihormati.
Lambang bunga krisan dengan 16 daun mahkota digunakan sebagai lambang khusus istana kekaisaran yang dilarang digunakan di luar rumah tangga kekaisaran. Larangan pemakaian lambang bunga krisan 16 daun mahkota berlaku hingga berakhirnya Perang Dunia II.
Mengikuti pemakaian lambang bunga krisan oleh istana kekaisaran, kuil Shinto banyak memakai bunga krisan sebagai lambang kuil. Lambang bunga krisan misalnya dipakai oleh Kuil Takachiho Di Prefektur Miyazaki yang konon berada di tempat Kaisar Jimmu memberangkatkan tentara ekspedisi ke timur.
Variasi desain lambang bunga krisan begitu banyak karena selain dipakai sebagai lambang keluarga Samurai dan kaum bangsawan, lambang bunga krisan juga dipakai sebagai lambang toko dan merek dagang.
Di kalangan rakyat biasa, motif bunga krisan yang populer adalah desain bunga krisan 10 daun mahkota (jūkiku) atau 12 daun mahkota (jūnikiku).
Variasi motif bunga krisan yang juga populer adalah bunga krisan tampak bawah dengan kelopak bunga (urakiku), siluet bunga krisan (kagekiku), dan setengah bunga krisan (hangiku). Motif bunga krisan dengan air mengalir di bawahnya disebut kikusui.
Demikianlah penelusuran Chrysanova’s Blog seputar bunga krisan. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat bagi pembaca semua. Mari pelajari alam kita, karena alam merupakan sumber pengetahuan yang tidak ada habisnya.

Referensi :

 Arti dan Makna Bunga Krisan – BibitBunga.com
 118 Manfaat dan Khasiat Bunga Krisan untuk Kesehatan – Khasiat, khasiat.co.id/bunga/krisan.htmls
 Lambang Bunga Krisan, Wikipedia Bahasa Indonesia
 Menarik! Ini 5 Tanda Persahabatan Khas dari Berbagai Negara teen.co.id/read/3680/menarik-ini-5-tanda-persahabatan-khas-dari-berbagai-negara
 Krisan, Wikipedia Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s